1. TEORI DASAR
Sistem
peralatan pemboran lepas pantai
pada prinsipnya adalah merupakan
perkembangan dari sistem peralatan pemboran darat, maka metode operasi lepas pantai membutuhkan teknologi yang baru dan biaya operasi yang mahal, karena
kondisi lingkungan laut berbeda dengan kondisi lingkungan darat.
Peralatan mutlak yang harus ada dalam operasi pemboran lepas pantai adalah
sebuah strutur anjungan (platform) sebagai tempat untuk meletakkan peralatan pemboran
dan
produksi. Berbagai macam anjungan telah dibuat, seperti anjungan
permanen (fixed) yang terdiri
diatas kaki-kaki beton bertulang. Jenis ini umumnya digunakan pada laut dangkal dan pada lapangan pengembangan sehingga dapat
sekaligus menjadi anjungan pemboran dan produksi.
Berbagai hambatan
alam yang harus diatasi bagi pengoperasian unit lepas
pantai. Hambatan tersebut antara lain : angin, ombak, arus dan badai. Khusus untuk
unit terapung yang amat peka terhadap pengaruh kondisi laut, maka menciptakan peralatan khusus, yaitu peralatan peredam
gerak oscilsi vertikal akibat ombak dan peralatan pengendalian posisi
pada unit terapung. Untuk pengendalian posisi pada unit terapung dikenal
dengan mooring system dan sistem
pengendalian posisi dinamik . Sedangkan untuk mengatasi gerak vertikal keatas dan kebawah umumnya digunakan Drill String Compensator (DSC).
Operasi
pemboran lepas pantai
dimulai
dari pengembangan teknologi pemboran darat dengan menggunakan casing conduktor yang ditanam atau dibor dan disemen, kemudian meningkat dengan digunakan
mud-line suspention system, dan
terus meningkat dengan
menggunakan riser system. Penggunaan
BOP
konventional terus dimodifikasi agar mampu beroperasi di bawah air. Kondisi lingkungan laut
berpengaruh terhadap pemilihan jenis
platform.
2. PERALATAN PEMBORAN LEPAS PANTAI
2.1. ANJUNGAN
Jenis platform
secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu Fixed platform dan Mobile platform.
2.1.1.
FIXED PLATFORM
Fixed platform merupakan
"daratan" buatan. Rig berada di platform sampai
operasi
pemboran selesai. Semua keperluan peralatan dan material berada di platform. Fixed
platform banyak digunakan untuk
operasi pemboran pada laut
dangkal, misalnya laut Utara Jawa. Tetapi sekarang telah
dikembangkan untuk laut dalam, misalnya di North Sea.
2.1.2. MOBILE PLATFORM
Mobile platform dibagi lagi yaitu Bottom Supporting Platform dan Floating
Platform.
1. Bottom Supported Platform
Jenis-jenis anjungan pemboran lepas pantai yang termasuk dalam kategor i Bottom
Supported Platform antara lain adalah Drilling Barge, Sub-mersible
Platform, dan Jack Up Platfor m.
• Drilling Barge
Drilling barge dioperasikan untuk pemboran di daerah rawa atau laut yang sangat
dangkal. Barge ini duduk di dasar rawa atau laut, stabil tidak terpengaruh oleh cuaca dan pasang surut.
• Submersible
Submersible sebenarnya floating platform. Bila dioperasikan pada laut dangkal, submarsible ini
didudukkan pada dasar laut dan berfungsi sebagai
drilling
barge.
• Jack-Up
Jack-up berbentuk semacam barge, berukuran besar dan
tidak punya propeler
sendiri sehingga untuk menuju ke lokasi
harus ditarik dengan kapal tunda. Jack-up dilengkapi dengan kaki-kaki yang terdiri dari tiga, empat, lima kaki atau lebih. Pada posisi pemboran, kapal diangkat berdiri
di atas kaki, cukup tinggi di
atas
air
serta diatas jangkauan ombak.
Kedalaman
laut sesuai
dengan panjang kaki jadi terbatas pemakaiannya. Jack-up stabil, tidak terpengaruh oleh
cuaca, arus dan ombak. Semua peralatan berada di atas kapal. Pada pemboran pengembangan, biasanya sebelum pemboran dimulai terlebih dahulu dipasang jacket, kemudian dipasang
conductor dan
ditumbuk. Pada pemboran explorasi biasanya digunakan mudline suspension, dan
dari mud line suspension
casing disambut ke atas
sampai platform.
2. Floating Platform
Jenis-jenis anjungan pemboran lepas pantai yang termasuk dalam kategori
Floating Platform antara lain adalah Semi-submersible Platform, dan Drill Ship.
• Semisubmarsible
Semisubmasiible berbentuk semacam kapal dan pada umumnya tidak mempunyai
propeler sendiri sehingga untuk menuju lokasi harus ditarik dengan
kapal
tunda. Karena sifatnya mengapung, sehingga dapat dipengaruhi
arus, ombak dan pasang surut. Untuk mengatasi masalah tersebut harus dijangkar.
Sistem penjangkaran ada dua macam, yaitu :
1. Conventional Mooring System
2. Dinamic Positioning
3. Untuk penyelesaian sumur dapat dilakukan :
4. Dengan Christmastree pada Platform
5. Dengan Christmastree di dasar laut.
• Drill ship
Drill ship merupakan bentuk kapal
sepenuhnya dan dilengkapi dengan propeler
sendiri. Karena sifatnya mengapung sehingga sangat dipengaruhi
oleh arus,
ombak dan pasang surut. Untuk mengatasi pengaruh tersebut harus dijangkar
seperti submarsible.
BOP
dipasang di dasar laut
dan untuk
penyelesaian
sumur dapat dilakukan :
a)
Christmastree di dasar laut
b)
Christmastree pada platform
2.2. PERALATAN-PERALATAN KHUSUS
Peralatan-peralatan khusus yang ada pada platform bisa dikelompokkan menjadi dua,
yaitu :
1. Peralatan khusus pada bottom supported platform
• Mudline suspension system
2. Peralatan khusus pada Floating Rig
• Subsea BOP stack
• Control system dan accumulator
• Riser system
• Well Head
• Motion Compensator
2.2.1. SUB-SEA BOP STACK
Biasanya
dipakai dengan jumlah yang
lebih banyak
dari pada di
darat,
dengan maksud untuk safety serta tidak memerlukan penggantian ram pada saat menurunkan casing. Ukuran
serta pressure
rating dan perlu diperhitungkan
kedalaman laut.
BOP lebih banyak berarti, lebih banyak pressure drop pada flowline dan hal lain perlu diperhitungkan pada proses well control. Untuk menghindari
pressure drop pada flowline biasanya cairan untuk pengopeasian BOP tidak kembali
ke tangki, tetapi langsung dibuang ke laut. Susunan kill dan choke manifold yang
panjang serta laut yang dalam berpengaruh pada operasi dan prosedur well control.
2.2.2. CONTROL SYSTEM DAN ACCUMULATOR
BOP dan semua kerangan dibuka dan ditutup secara hidrolis dan harus dapat bekerja dalam waktu singkat. Ada dua cara pengopeasian BOP, ialah secara hidrolis dan electric hydraulic system.
2.2.3. RISER SYSTEM
Riser system ini meliputi riser pipe, ball joint, slip joint, kill choke manifold dan hydraulic connector.
1. Riser Pipe
Digunakan untuk mengalirkan fluida lumpur ke permukaan didalam
proses pemboran, serta memudahkan
dalam memasukkan peralatan pemboran seperti
pahat, kedalaman lubang bor.
2. Slip Joint
Dipasang dibagian teratas dari riser pipe.
Terdiri dari inner
barrel,
dimana diatasnya sering dipasang Deverter dan digantung pada kapal
dengan bantuan
riser tensider.
3. Ball Joint
Dipasang di bawah riser di atas BOP Stack. Berfungsi untuk menghilangkan stress pada pipa riser.
Ball joint kedua juga sering dipasang di bawah slip joint.
4. Hydraulic Connector
Berfungsi
untuk menghubungkan casing head dan well head dengan BOP Stack dengan riser system. Hydraulic connector dioperasikan dari permukaan secara
hidrolis.
2.2.4. WELL HEAD
Sebagai pengganti well head dipakai serangkaian casing head untuk masing- masing casing. Masing-masing casing head mempunyai
"HUG" yaitu tempat untuk memasang hydraulic connector
dan mempuny ai ulir kiri untuk menyambungkan dengan running tool pada waktu menurunkan casing dan juga untuk penemenan.
2.2.5. MOTION COMPENSATOR
Kapal
bergerak vertikal secara terus
menerus, karena
ombak
maupun pasang surut. Pada bagian bawah atau pahat, gerakan ini harus dinetralisir agar
beban
pada pahat konstan. Untuk maksud
tersebut maka dipakai motion compensator. Jadi travelling block dengan seluruh beban tetap tinggal di tempat.
Meskipun kapal bergerak naik turun.
Ada tiga jenis compensator :
1. Bumper Sub.
2. Crown Block Compensator.
3. Travelling Block Compensator.
3. PEMBAHASAN
Self contained platform didesaign dengan perbaikan-perbaikan yang siap digunakan. Sesuai dengan namanya, platform ini cukup besar untuk rumah segala
macam rig, tempat tinggal driller dan penyaluran. Biaya instalasinya cukup besar tetapi cukup ekonomis
untuk setiap produksi sumur, sejak banyak pemboran berarah dari platform. Ini praktis
meskipun sangat berbahaya dan tidak menguntungkan serta mudah terjadi blowout. Ketika struktur ini dipakai untuk dibangun pemboran di
daerah reservoir, tenaga-tenaga pemboran atau driller mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan eplorasi.
Perkembangan selanjutnya dibuat platform dengan bentuk lebih kecil yaitu
platform drilling tander instalation. Dalam
operasinya platform ini membawa substructure, drawwork, rotary table, mesin-mesin dan peralatan kecil lainnya. Sedangkan mud pits, lumpur kering, bahan
kimia, pipe rack, peralatan penyemenan dan peralatan driller dibawa oleh kapal tunda. Keuntangannya adalah mobility yang besar dan biaya instalasi rendah. Kerugiannya
yaitu prosentasi kehilangan waktu yang lebih tinggi karena angin yang tinggi dan gelombang besar selama cuaca buruk, kapal tunda
harus
meninggalkan platform untuk mencegah
tabrakan. Berbeda dengan self contained platform yang operasinya dapat disegala cuaca.
4. KESIMPULAN
1. Dalam suatu operasi pemboran lepas pantai patut diperhitungkan kedalaman
laut, besar ombak, besarnya angin
dan iklim. Juga diperhitungkan jauh tempatnya pemboran dari
pantai dan perkiraan lamanya waktu
pemboran
dari mulai membor sampai berakhirnya produksi, karena semua ini sangat diperlukan untuk menentukan jenis-jenis rig platform yang akan digunakan.
2. Pada operasi pemboran lepas pantai juga diperlukan peralatan-peralatan khusus untuk menanggulangi arus laut dan
kedalaman laut (tekanan hidrostatik) dan gerakan-gerakan dari drillship.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar